Menulis, Merekam Rasa dan Asa.
15 tahun yang lampau saat mulai merantau, nyantri di jawa timur. Saya mulai terbiasa menulis di diary. Lima tahun bolak balik Melintasi laut jawa dengan kapal Pelni, selama tiga hari Pantoloan-Tanjung Perak. Nyambung naik bis ke Ponorogo selama kurang lebih 6 jam. Menyisakan kenangan indah yang terekam dalam tulisan. Kehidupan di pondok dari berbagai macam rasa yang hadir serta asa yang melangit semuanya terpatri dalam diary hijau. Ya, dari sekolah menengah pertama saya memang sudah suka warna hijau hehe (eh ini gak ada yang nanyain ya 😜). Tidak heran jika setiap berganti tahun, diary pun berubah bentuk alias beli baru. Semua diary itu saya bawa pulang dan sampai saat ini masih rapi berjejer di lemari buku buku sekolah saya di rumah orang tua. Eh tapi bukan hanya di diary sebenarnya saya aktif menulis. Karena saat di pondok saya juga aktif sebagai kontributor Mading pondok, pernah juga ikut lomba menulis karya ilmiah nasional yang diselenggarakan kementerian pemuda ...