Postingan

Menulis, Merekam Rasa dan Asa.

Gambar
15 tahun yang lampau saat mulai merantau,  nyantri di jawa timur. Saya mulai terbiasa menulis di diary.  Lima tahun bolak balik Melintasi laut jawa dengan kapal Pelni, selama tiga hari Pantoloan-Tanjung Perak. Nyambung naik bis ke Ponorogo selama kurang lebih 6 jam. Menyisakan kenangan indah yang terekam dalam tulisan. Kehidupan di pondok dari berbagai macam rasa yang hadir serta asa yang melangit semuanya terpatri dalam diary hijau. Ya,  dari sekolah menengah pertama saya memang sudah suka warna hijau hehe (eh ini gak ada yang nanyain ya 😜). Tidak heran jika setiap berganti tahun, diary pun berubah bentuk alias beli baru. Semua diary itu saya bawa pulang dan sampai saat ini masih rapi berjejer di lemari buku buku sekolah saya di rumah orang tua. Eh tapi bukan hanya di diary sebenarnya saya aktif menulis. Karena saat di pondok saya juga aktif sebagai kontributor Mading pondok, pernah juga ikut lomba menulis karya ilmiah nasional yang diselenggarakan kementerian pemuda ...

Pengemban Amanah Langit & Bumi (part I)

Bagi pasangan suami istri hadirnya sang buah hati adalah nikmat luar biasa. Anugerah yang selalu ditunggu-tunggu. Beberapa pasangan yang baru saja menikah ada yang berharap anugerah ini segera tiba namun  ada juga yang berkeinginan menunda dengan berbagai alasan tersendiri. Yang namanya anugerah berarti pemberian dari sang maha Pemberi,  Dia yang berkehendak atas segala sesuatunya. Begitu pikir kami. Maka ketika kami memasuki gerbang pernikahan. Kami hanya berharap diberikan waktu terbaik untuk mengemban amanah langit dan bumi ini.  Ya, memiliki anak,  adalah mengemban amanah dari langit,  amanah merawat dan mendidik jiwa yang terlahir secara fitrah itu. “Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, maka kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.” (HR. Bukhari-Muslim). Ia juga amanah bumi,  sebab dengan hadirnya bertambahlah generasi umat Rasulullah ini,  generasi yang seharusnya mampu menyampaikan dakwah yang telah ...

Rumah baru, semangat baru.

Sudah sejak blog yang lama tidak bisa dibuka lagi,(awalnya saya yang lupa sandinya eh pas udah diperbaiki, dan lanjut nulis, saat berganti hape saya lupa lagi akunnya, ini pikunnya kebangetan atau saya emang orangnya kurang teliti) saya sudah sangat ingin menulis di wadah yang baru,  namun selalu saja tertunda. Empat tahun lho,  haha ini mah luamanya pake banget lagi.  Namun alhamdulillah kini semangat itu kembali membara, tentu motivasinya tetap sama,  merekam jejak kehidupan dan meninggalkan catatan memori yang bisa saja bermanfaat bagi sekitar. Coz sharing is caring. So let me share what i can share, dan biarkan pilihan yang berbicara; mengambil yang penting nan manfaat dan meninggalkan sebaliknya.  Hal pertama yang ingin saya sharing adalah All about pernikahan. Masih teringat jelas bagaimana masa tiga bulan yang dikasi untuk mempersiapkan diri menuju gerbang new life itu berproses dengan sangat cepat. Maka saya juga harus bergerak cepat. Paket buku p...