Rumah baru, semangat baru.
Sudah sejak blog yang lama tidak bisa dibuka lagi,(awalnya saya yang lupa sandinya eh pas udah diperbaiki, dan lanjut nulis, saat berganti hape saya lupa lagi akunnya, ini pikunnya kebangetan atau saya emang orangnya kurang teliti) saya sudah sangat ingin menulis di wadah yang baru, namun selalu saja tertunda. Empat tahun lho, haha ini mah luamanya pake banget lagi.
Namun alhamdulillah kini semangat itu kembali membara, tentu motivasinya tetap sama, merekam jejak kehidupan dan meninggalkan catatan memori yang bisa saja bermanfaat bagi sekitar. Coz sharing is caring. So let me share what i can share, dan biarkan pilihan yang berbicara; mengambil yang penting nan manfaat dan meninggalkan sebaliknya.
Hal pertama yang ingin saya sharing adalah All about pernikahan. Masih teringat jelas bagaimana masa tiga bulan yang dikasi untuk mempersiapkan diri menuju gerbang new life itu berproses dengan sangat cepat. Maka saya juga harus bergerak cepat. Paket buku pernikahan langsung dipesan. Mengapa buku? Ya karena menurut saya sebaik sebaik teman duduk di setiap waktu adalah buku selain dari saya yang memang saat itu sedang membutuhkan ilmu. Tentu setelah kitab pedoman AlQur'an dan sunnah serta wejangan orang tua terkasih yang sudah lebih dulu mengecap nano nano kehidupan.
Oya ada satu lagi kenapa saya memilih buku sebagai teman. Kesibukan dengan belajar menjadi istri yang baik tentu lebih penting daripada menggalau. Kalau kata beberapa teman dan senior yang sudah mendahului menikah Galau ini yang selalu menghampiri di detik detik melaksanakan kebaikan ini. Memang benar, Syaitan akan selalu hadir di setiap jalan manusia menuju kebaikan, termasuk menggoda si calon pengantin untuk merusak keberkahan proses ini. Na'udzubillah. Jadi tips menghadapi masa ini adalah berfokus saja pada perbaikan kualitas diri sendiri terlepas dia yang akan benar benar menjadi imammu atau bukan. Karena jika ijab qabul belum terlafadzkan, dia tetaplah orang lain.
Kembali ke paketan buku tadi ya, buku yang pertama ada Bahagianya Merayakan Cinta punya Salim A. Fillah. I like this book So much. Karena selain menyajikan ilmu yang diperlukan suami istri seperti yang banyak terdapat pada buku buku new pasutri, ada satu ilmu penting yang diungkap disini. ilmu komunikasi antara suami istri, istilahnya antara dua makhluk yang berasal dari planet yang berbeda. Mars dan Venus. Hal ini more important diketahui. Saya merasakan betul manfaatnya dalam meredam drama melankolis yang pasti terjadi baik pada rumah tangga baru maupun yang lama. Terkadang masalah yang terjadi dalam sebuah keluarga hanya karena misscommunication, istri yang sering kesal terhadap sikap suami yang ternyata si bapak juga gak tau kalo istrinya lagi kesal. Haha disitu semakin berasa sakitnya tuh disini.
Buku kedua tentang kesehatan pra nikah. Salah satu tujuan menikah adalah agar bisa berpartisipasi mewujudkan generasi terbaik umat ini. Umat Rasulullaah. Maka memperhatikan kesehatan darah daging sang calon ayah dan ibu pra nikah adalah bagian dari proses melaksanakan tujuan mulia ini.
Selanjutnya ada buku tentang mengelola keuangan keluarga. Istri sholihah tentu bukan cuma sekedar menjadi pendamping, sekretaris si suami, tapi juga bendahara suami yang handal. Jika satu-satunya perempuan dalam sebuah rumah tidak pandai dan bijak mengelola keuangan keluarga bisa dipastikan akan terbukti pernyataan lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Hoho.
Dan buku terakhir adalah Muslimah Cantik Cerdas di Dapur. Chef rumah tangga bukan hanya pintar meracik rasa tapi juga cerdas memperhatikan halaman dan thayyibanya makanan yang disajikan. Dari mulai proses membelinya hingga pengolahannya. Begitu juga istri perlu memperhatikan kecantikan dirinya di dapur, bau dan penampilannya. Pokoknya segala sesuatu yang kita butuhkan untuk pedoman di dapur ada di buku ini. Termasuk tips kesehatan memberikan garam pada masakan saat api kompor dimatikan juga saya dapatkan di buku ini.
Selanjutnya saya pengen sharing tentang menjadi seorang Ibu, Insya Allah di postingan selanjutnya yaa, Gak kerasa euuy malam semakin larut ternyata, saking semangatnya sampai lupa waktu. Hihi.
*sedikit curhat ya, harusnya tulisan ini sudah keposting dari 23.49, tapi ya Allah pas saya mau copi dulu ke note tiba tiba layar hapenya ketarik jadi hilang dah tulisannya, asli rasanya nyesek banget😁 Harusnya emang saya nulis di note dulu baru copas ke blog ya, itu juga saking semangatnya tuh langsung nulis di blog. suami yang tiba tiba menghampiri dan melihat saya sedang manyun plus ngedumel ama kebodohan diri sendiri alhamdulillah ikutan komentar. Menyampaikan turut berduka cita dan menyemangati dan akhirnya tulisan yang ditulis kembali pun berhasil diselesaikan 00.55 WITA. Bener bener sudah larut malam ini mah. Anak dan suami telah terlelap bahagia.
*sweet green home, senin 19 feb.
Komentar
Posting Komentar